PALEMBANG – Suasana Final Piala Dunia 2026 dimanfaatkan Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan sebagai momentum mempererat hubungan dengan kalangan pemuda. Melalui kegiatan nonton bareng (nobar) yang dipadukan dengan dialog santai, Polda Sumsel mengajak sejumlah organisasi kepemudaan Islam membangun komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Bumi Sriwijaya.
Kegiatan yang berlangsung di Markas DPW PKB Sumsel itu menghadirkan berbagai perwakilan organisasi kepemudaan Islam. Selain menyaksikan laga puncak antara Spanyol dan Argentina, para peserta juga berdiskusi mengenai pentingnya peran generasi muda sebagai mitra strategis kepolisian dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif.
Dialog berlangsung dalam suasana akrab. Polda Sumsel menekankan bahwa keterlibatan pemuda sangat dibutuhkan untuk memperkuat persatuan di tengah dinamika sosial dan politik. Melalui pendekatan yang humanis, kepolisian berharap komunikasi dengan elemen masyarakat, khususnya generasi muda, semakin erat.
Dalam kesempatan tersebut, peserta juga diajak meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi gangguan keamanan melalui deteksi dini. Organisasi kepemudaan didorong menjadi pelopor dalam menangkal penyebaran informasi palsu atau hoaks yang dapat memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan ditutup dengan deklarasi damai. Seluruh perwakilan organisasi kepemudaan Islam menyatakan dukungan terhadap langkah Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, sehingga iklim pembangunan di Sumatera Selatan dapat terus berjalan dengan aman dan kondusif.
Ketua GP Ansor Sumatera Selatan, M. Erwinsyah, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif Polda Sumsel yang membangun komunikasi dengan pemuda melalui pendekatan yang lebih dekat dan kekeluargaan.
"Sinergi seperti ini sangat positif. Pemuda memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga persatuan serta ikut menciptakan situasi yang aman di tengah masyarakat. Kami siap mendukung upaya Polda Sumsel dalam menjaga kondusivitas daerah," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Gemasaba Sumsel, Dodi Hariutama. Menurutnya, kolaborasi antara kepolisian dan organisasi kepemudaan menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan yang dapat mengganggu stabilitas Kamtibmas.
"Kami mendukung penuh langkah Polda Sumsel. Komunikasi yang baik antara aparat dan organisasi kepemudaan akan memperkuat kebersamaan serta menjadi benteng dalam menangkal provokasi maupun penyebaran hoaks," katanya.
Momentum kebersamaan itu semakin semarak dengan berlangsungnya partai final Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol dan Argentina. Pertandingan berjalan sengit hingga harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu sebelum akhirnya Tim Matador memastikan kemenangan tipis 1-0 dan keluar sebagai juara dunia.
Melalui kegiatan tersebut, Polda Sumsel berharap hubungan yang telah terjalin dengan organisasi kepemudaan Islam dapat terus dipelihara. Nobar Final Piala Dunia 2026 menjadi bukti bahwa olahraga tidak hanya menyatukan masyarakat, tetapi juga menjadi sarana efektif memperkuat kolaborasi antara Polri dan generasi muda dalam menjaga keamanan, persatuan, dan ketertiban di Sumatera Selatan.

No comments:
Post a Comment