PRABUMULIH, 6 FEBRUARI 2026 -- Pertamina EP Adera Field yang merupakan bagian dari PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil mereplikasi penggunaan teknologi velocity string dalam produksi minyak dan gas (migas).
Teknologi ini berhasil diterapkan pada kegiatan dual completion Sumur BNG-68. Penerapan Velocity String mampu menghasilkan produksi minyak 281 barel per hari (BOPD) dan gas 0,32 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) untuk lapisan L1, serta produksi minyak 123 BOPD dan gas 3,31 MMSCFD untuk lapisan N2.
"Velocity string memungkinkan peningkatan produksi migas selektif dengan memproduksikan beberapa lapisan secara simultan dan mandiri. Dengan demikian, sumur dapat kembali berproduksi secara optimal, lebih efisien, dan dengan biaya operasional yang relatif rendah," kata Manager PEP Adera Field Adam Syukron Nasution.
Melalui teknologi dual completion dengan velocity string, dua lapisan produksi yang bertekanan berbeda dapat diproduksikan bersamaan tanpa menimbulkan gangguan satu sama lain.
Tanpa penerapan teknologi ini, produksi dua lapisan bertekanan berbeda akan menimbulkan cross flow. Kondisi itu dapat menyebabkan lapisan produksi bertekanan lebih rendah akan kehilangan kemampuan produksi dan akan meninggikan risiko terjadinya “Thief Zone” di antara kedua lapisan tersebut.
Penerapan velocity string telah dilakukan di PHR Zona 1 Field Jambi pada 2025. Teknologi itu mampu meningkatkan produksi minyak Sumur PPS-X19 dan Sumur PPS-12 secara signifikan.
Setelah berhasil mereplikasi teknologi tersebut di Sumur BNG-68 di Adera Field, PEP Zona 4 berencana menerapkan velocity string di Cluster Gunung Kemala yang merupakan bagian dari PEP Prabumulih Field.*
Tentang PHR Regional Sumatra Zona 4
PHR Regional Sumatra Zona 4, Subholding Upstream Pertamina, mengoperasikan tujuh wilayah kerja Pertamina EP (PEP) dan Pertamina Hulu Energi (PHE), yaitu PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, PEP Adera Field, PEP Pendopo Field, PEP Ramba Field, PHE Ogan Komering, dan PHE Raja Tempirai.
Wilayah-wilayah kerja itu tersebar di dua kota, Prabumulih dan Palembang, serta sembilan kabupaten, yaitu Muara Enim, PALI, Lahat, Musi Rawas, Musi Rawas Utara, Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, dan Ogan Komering Ulu.
PHR Regional Sumatra Zona 4 di bawah koordinasi serta pengawasan dari SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
.jpeg)
No comments:
Post a Comment